Kabupaten Bandung memiliki situs purbakala dalam bentuk candi ?
Tidak semua orang tahu tentang hal ini. Umumnya candi-candi yang
ada di pulau Jawa ditemukan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Belakangan, baru ditemui pula beberapa candi di wilayah Jawa Barat
seperti apa yang terdapat di Batujaya (Karawang) dan Cangkuang | |  | |  | | |
| | | [navigasi.net] Budaya - Candi Bojongmenje Batu-batuan yang berhasil diketemukan merupakan batu-batuan vulkanik yang banyak terdapat di Gunung Kendan | |  | |  |
(Garut). Baru pada bulan Agustus 2002, secara tidak sengaja seorang
warga di Kampung Bojongmenje, Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek
yang hendak mencari tanah guna menguruk gang yang tidak rata
tanahnya, menemukan sebuah rongga tanah yang di sekelilingnya
terdapat tumpukan batu yang tertata rapi. Penemuan tumpukan batu
tersebut akhirnya diputuskan sebagai bagian dari suatu candi oleh
para arkeologi, semenjak saat itu dilokasi tersebut dilakukan
ekskavasi untuk penemuan dan penelitian lebih lanjut.
Dugaan awal oleh para ahli arkeologi Candi Bojongmenje merupakan
peninggalan dari abad ke 7. Bila hal itu benar, maka Candi
Bojongmenje memiliki usia yang jauh lebih muda dibandingkan Candi
di situs Batujaya yang merupakan peninggalan abad ke 2, namun
memiliki umur hampir yang sama dengan Candi Dieng - Wonosobo.
Bahkan menurut Timbul Haryono, umur Candi Bojongmenje bisa jadi
lebih tua dibandingkan dengan Candi Dieng. Sambil menunjuk sejumlah
bebatuan yang ditemukan oleh tim ekskavasi, Timbul Haryono
mengungkapkan, indikasinya adalah tidak ditemukannya halfround atau
bebatuan dengan profil yang setengah lingkaran. Tapi yang ada
hanyalah bebatuan dengan profil segi panjang dan bingkai padma.
"Dari style, teknik pembuatan candi, dan ukuran bebatuan
candinya cenderung mencerminkan sebagai candi tua seperti Dieng di
Jawa Tengah," ujar Timbul.
 | |  | |  | | |
| | | [navigasi.net] Budaya - Candi Bojongmenje Tempat ekskavasi dari Candi Bojongmenje yang berada di lingkungan sekitar pabrik | |  | |  |
Dikemukakannya, Candi Bojongmenje yang diduga luasnya sekitar
enam kali enam meter ini merupakan petunjuk di daerah tersebut
pernah ada perkampungan masyarakat tertentu. Artinya, masyarakat
tersebut merupakan bagian kecil dari sebuah struktur kerajaan pusat
yang besar yang ditandai antara lain dengan berdirinya candi-candi
berukuran besar sebagai tempat suci ibadahnya.
Karena itulah, diduga kuat selain di Bojongmenje, ada pula
candi-candi sejenis yang didirikan oleh masyarakat tersebut sebagai
tempat ibadahnya. Indikasi tersebut kian kuat dengan adanya aliran
sungai Cimande dan sungai Citarik yang letaknya tak jauh dari
lokasi Candi Bojongmenje. Bahkan ada informasi, sekitar dua
kilometer dari lokasi Candi Bojongmenje ada pula mata air
panas.
Menyinggung soal adanya batu ambang dengan corak dua lobang,
Timbul memperkirakan batu ambang tersebut merupakan bagian dari
relung candi. Begitu pula batu ambang dengan corak satu lobang,
disebutkannya sebagai pecahan dari relung candi. Adapun soal temuan
berupa batu bata, Timbul menilai, batu bata tersebut berusia tua
dan merupakan bagian dari dalam "tubuh" candi yang bebatuannya tak
terstruktur secara baik.
Dengan penemuan Candi Bojongmenje ini bisa jadi akan mengubah
fakta sejarah. Fakta tersebut antara lain tentang arah penyebaran
budaya di Pulau Jawa dari timur ke barat, menjadi sebaliknya yaitu
dari barat ke timur. Hal itu berdasarkan temuan-temuan arkeologi
yang menunjukkan bahwa Candi Bojongmenje lebih tua dibandingkan
candi-candi di Jawa Tengah dan Jawa Timur atau paling tidak setara
dengan candi tua di Dieng Jawa Tengah.
 | |  | |  | | |
| | | [navigasi.net] Budaya - Candi Bojongmenje Lokasi dimana Candi Bojongmenje pertamakali diketemukan | |  | |  |
Penemuan Candi Bojongmenje tentu sangat membanggakan urang Sunda
yang selama ini perannya dalam panggung sejarah percandian kurang
terperhatikan. Bernert Kempers seorang pakar arkeologi dari Belanda
juga hanya membagi masa klasik di Jawa menjadi masa klasik Jawa
Tengah dan masa klasik Jawa Timur. Berdasarkan pembabakan itu,
dikatakan bahwa masa klasik di Indonesia terbagi menjadi klasik tua
untuk periode Jawa Tengah dan masa klasik muda untuk periode Jawa
Timur.
Pendapat itu perlu ditinjau ulang karena tidak menyebut peran
orang Sunda dalam sejarah bangnunan percandian. Padahal,
bukti-bukti epigrafis menunjukkan bahwa di wilayah Tatar Sunda
telah ada pusat kerajaan Hindu yaitu Tarumanagara. Di samping itu,
perkembangan penelitian arkeologi di wilayah Tatar Sunda mulai
muncul penemuan candi. Oleh karena itu, penemuan Candi Bojongmenje
diharapkan akan membuka tabir percandian di Tatar Sunda menjadi
lebih terang.
Melongok lokasi dimana Candi Bojongmenje berada, memang cukup
memperhatikan. Untuk menuju lokasi candi ini mesti melewati sebuah
gang sempit dengan tembok pagar pabrik yang menjulang tinggi.
Tempat ditemukannya candi ini sendiri menempel dengan tembok pagar
pembatas pabrik. Sehingga masih terdapat kendala jika ingin
menggali lebih ke utara lagi, yang hal tersebut berarti butuh
melakukan penggalian dihalaman area pabrik. Konon harga tanah
disekitar candi ikut mengalami kenaikan hingga dua kali lipat.
Nampaknya proses ekskavasi dan pembangunan kembali bangungan candi
bakal masih jauh dari selesai 
 | |  | |  | | |
| | | [navigasi.net] Budaya - Candi Bojongmenje Suasana di lokasi penemuan candi yang dikeliling tembok tinggi pabrik. Sebelah kiri dari foto ini adalah tempat dimana candi tersebut diketemukan | |  | |  |
|