Login

 

 
 

Artikel: Gua - Gedawang

 

 artikelgalerilokasiforum

 


[navigasi.net] Gua - Gedawang
Pintu masuk Gua Simenteng yang berupa kepala singa

Telah dilihat: 4170x

Penulis

:

   Buyung Akram

Referensi

:

-

 

Lokasi

:

Argapura;Cigudek;Bogor

Koordinat GPS

:

S6.458680 - E106.511840

Ketinggian

:

128 m

Fotografer

:

Silhouette

 

 

 

 

 

Tanggapan: 2 

 

 

Galeri: 15 

 


Berlokasi di Desa Argapura, Kecamatan Cigudek, Gua Gedawang bisa dikatakan sebagai objek yang terletak paling barat dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Meskipun terletak paling ujung dengan jarak kurang lebih 50 km dari pusat kota bogor, perjalanan menempuh objek wisata ini tidaklah sulit. Jalan aspal mulus mendominasi track perjalanan ke lokasi wisata ini, dengan sedikit mengalami kemacetan saat melewati pasar Leuweliang, dan jalanan berbatu sepanjang 3,4 km begitu akan tiba dilokasi. Untuk kendaraan jenis sedan mungkin perlu ekstra waspada saat melewatinya, karena dibeberapa bagian jalan terkadang terdapat lubang yang cukup dalam dan perlu dihindari. Pemandangan jalan mendekati lokasi diisi dengan hamparan kelapa sawit dikanan jalan dan pepohonan karet di sisi kiri, yang tentunya bisa memberikan hiburan tersendiri.


[navigasi.net] Gua - Gedawang
Anak tangga terakhir yang terletak di dalam Gua Simenteng dengan tonjolan stalakmit yang cukup rendah sehingga beresiko membentur kepala jika tidak berhati-hati

Tiket masuk sebesar 1500 rupiah perorang, bukanlah harga yang mahal, mengingat dilokasi ini terdapat tiga gua alam yang bisa dinikmati yakni Gua Simenteng, Masigit dan Sipahang. Dari ketiganya, Gua Masigit dan Simenteng terletak didekat pintu masuk sedangkan untuk menuju Gua Sipahan harus menempuh perjalanan sejauh 400 meter. Uniknya mulut gua Simenteng dan Masigit berupa kepala macan dengan mulut menganga lebar yang merupakan pintu masuk gua.

Gua Masigit merupakan gua yang terpendek, sedangkan Simenteng sering dikunjungi orang mengingat mudah ditelusuri dan memiliki lampu penerangan di dalam guanya. Berbicara tentang penerangan, kondisi dalam gua Simenteng dan Sipahang benar-benar gelap gulita. Anda tidak akan bisa melihat jari tangan anda sendiri meskipun sudah anda letakkan didepan hidung anda. Jadi bila berkunjung, ada baiknya membawa peralatan penerangan sendiri, agar anda bisa secara total menikmati keindahan dalam ketiga gua tersebut.


[navigasi.net] Gua - Gedawang
Salah satu bagian atas dari Gua Masigit dimana terdapat celah sehingga sinar matahari bisa menerobos masuk.

Mengingat Gua Simenteng terletak dekat dengan pintu masuk, maka tidak ada salahnya mencoba terlebih dahulu gua ini. Jalan masuk ke gua sudah berupa jalan berundak yang terbuat dari semen dengan tambahan pegangan tangan pada dinding gua. Lampu yang ada pada gua ini juga lebih sering nyala/diaktifkan dibandingkan kedua gua lainnya. Jadi masalah penerangan bisa dibilang tidak mengalami kendala. Di gua ini juga bisa dinikmati ornamen-ornamen gua yang didominasi warna coklat berkombinasi dengan warna putih. Bentuk bulat lonjong mirip gigi taring banyak ditemui di gua ini, terkadang terdengar pula cicit kelawar yang memenuhi pojok-pojok tertentu dari dinding gua. Ujung dari perjalanan gua Simenteng ini berupa sebuah sungai bawah tanah yang mengalir tenang kedalam ceruk gua.

Beralih ke gua Masigit, tidak banyak hal bisa ditemui dalam gua ini. Lorong gua yang pendek disertai dengan kondisi jalan yang berupa tanah berlumpur dan berair, tidak menimbulkan kesan yang berarti saat dikunjungi. Pada bagian tertentu dari atas gua ini terdapat celah dimana sinar matahari bisa menerobos masuk dan memberikan sedikit pencahayaan dalam ruang gua.


[navigasi.net] Gua - Gedawang
Jalan setapak menuju Gua Sipahang yang berjarak 400 meter dari pintu gerbang

Gua Sipahang merupakan gua terakhir yang bisa dikunjungi dan diperlukan jalan kaki +/- 400 meter terlebih dahulu dari pintu gerbang untuk mencapainya melintasi hutan yang tidak begitu lebat. Letak yang jauh ini, mengakitbatkan lokasinya sangat sepi alias jarang dikunjungi. Beberapa kios makanan dan tempat peristirahatan, tampak terlihat tak terurus dan kosong melompong. Tidak ada atau tidak menyalanya lampu penerangan yang ada dalam gua ini, praktis menjadikannya benar-benar gelap gulita. Ditambah kondisi jalan yang becek dan berlumpur tentunya membutuhkan persiapan tekad yang kuat sebelum memutuskan untuk menelusurinya.

Selama menelusuri gua sipahang, satu-satunya panduan arah kami dalam menelusuri gua tersebut adalah kabel listrik yang dibentangkan sepanjang dinding gua. Beberapa kali perjalanan harus dilakukan dengan merangkak atau berjongkok karena rendahnya atap gua, sedangkan di bagian dasar gua aliran sungai dangkal membasahi kaki diselingi lumpur. Terdapat 4 buah ruangan luas dalam penelusuran ini, dan disalah satu ruangannya dipenuhi dengan ratusan kelelawar yang tak berhentinya mencicit dan terbang kesana kemari terusik oleh lampu penerangan yang kami bawa.


[navigasi.net] Gua - Gedawang
Ruangan besar yang terdapat dalam Gua Sipahang merupakan akhir perjalanan. Stalagmit seukuran manusia yang diselimuti kain biru mengkilat yang sempat membikin kaget penulis. Ruangan ini cukup besar/luas sangat gelap sekali, gambar diambil dengan menggunakan lampu blitz kekuatan maksimal

Akhirnya kabel listrik yang kami ikuti berakhir disebuah ruangan yang cukup besar didalam gua, dengan terlebih dahulu harus merayap melewati sebuah celah sempit untuk mencapainya. Ketika menyapukan penerangan ke sekeliling ruangan, penulis sangat terkejut karena tidak mengira dalam ruangan segelap dan sesepi itu terlihat sesosok tubuh berbalut kain biru duduk di salah satu sudut gua. Perasaan kaget, takut namun penasaran memaksa tangan untuk menyinari sosok tersebut, sambil meneliti lebih lanjut mahluk atau benda apakah itu ? Rupanya sebuah batu gua yang berbentuk bulat lonjong berdiri tegak seukuran manusia dengan diselubungi kain berwarna biru mengkilat, sepintas mirip dengan manusia yang sedang duduk.  Entah siapa yang melakukan itu dan untuk keperluan apa, yang jelas telah cukup memberikan kejutan yang tidak disangka-sangka.

navigasi.net 2003 - 2018