Login

 

 
 

Artikel: Lain-lain - Lava Tour - Kaliadem

 

 artikelgalerilokasiforum

 


[navigasi.net] Lain-lain - Lava Tour - Kaliadem
Kali Gendol ( Aliran lahar Merapi )

Telah dilihat: 5786x

Penulis

:

  AMGD

Referensi

:

-

 

Lokasi

:

Kepuharjo;Cangkringan;Sleman

Koordinat GPS

:

S7.589539 - E110.451177

Ketinggian

:

996 m

Fotografer

:

AMGD

 

 

 

 

 

Tanggapan: 0 

 

 

Galeri: 4 

 



[navigasi.net] Lain-lain - Lava Tour - Kaliadem
Bunker Kaliadem
Sore itu cuaca cukup panas, kabut tipis mulai menyelimuti Puncak Merapi, namun suasana di Kawasan Wisata kaliadem malah bertambah ramai. Ratusan orang memadati kawasan tersebut, menyebar ke berbagai tempat, dari jauh terlihat warna-warni. Kontras sekali dengan lahar merapi yang telah mengering, berwarna putih dan hampir menutupi seluruh tempat ini.

Begitu tiba di lokasi, langsung saja kami menuju bunker yang telah menewaskan petugas penyelamat Merapi beberapa bulan yang lalu. Karena memang sejak lama sudah penasaran ingin melihat seperti apa rupa bunker tersebut. Bunker tersebut memang tertimbun lahar yang mengering, kecuali hanya menyisakan ruangan terbuka di depan pintu yang sengaja dibersihkan untuk mengenang relawan tanpa tanda jasa yang telah gugur.

Terus menuju ke dalam, kami mendapati pemandangan yang hampir sama, semua tanah hampir berwarna putih semua karena tertutup lahar yang mengering. Ketika kami terus melangkah, dihadapan kami terdapat sebuah batu besar yang berasal dari letusan Merapi sebelumnya. Batu Gajah yang berukuran panjang kurang lebih lima meter dan lebar kurang lebih 4 meter ini sudah ditemukan sejak tahun 1971.


[navigasi.net] Lain-lain - Lava Tour - Kaliadem
Batu Gajah

Ketika sudah mulai lelah mengelilingi kaliadem, obrolan kami pun beralih tentang sosok Mbah Marijan sebagai ikon penunggu Merapi. Sesaat kemudian, Nur Cahyono ( 24 ) pemandu kami mengatakan,” Tempat Mbah Marijan tidak jauh dari sini kok Mas, kalau mau saya anterin,”. Tanpa berpikir panjang, ajakannya langsung kami iyakan. Rumah Mbah Marijan hanya berjarak kurang lebih 200 meter dari tempat Wisata Kaliadem.

Sesaat kemudian kami memasuki pekarangan Mbah Marijan, setelah menunggu beberapa saat ( karena harus bergiliran dengan yang lain ) akhirnya kami masuk. Setelah bersalaman dengan Mbah Marijan kami dipersilahkan duduk sembari disuruh mencicipi kue khas lebaran yang tersedia di meja. Dengan bahasa Jawa yang terkadang kurang jelas, Mbah Marijan ngobrol tentang segala hal, baik tentang Merapi maupun tentang filosofi hidup,.

“ Waktu muda dulu saya mengelilingi Merapi dua kali dalam waktu seminggu. Tapi sekarang paling-paling hanya melingkari punggung Merapi, saya sudah tua jadi tenaga semakin berkurang,” tutur Mbah Marijan sambil melihat satu per satu tamu yang ada di depannya. Kebanggaan menjadi Abdi Dalem Keraton Yogjakarta juga menjadi filosofi hidup Mbah Marijan tersendiri, “ walaupun hanya bergaji delapan ribu rupiah per bulan, namun menjadi Abdi Dalem adalah sebuah pengabdian yang tulus terhadap Keraton, dan hal hal ini tidak bisa dinilai dengan uang semata,”.


[navigasi.net] Lain-lain - Lava Tour - Kaliadem
Puncak Merapi Tertutup Awan Putih

Sayang sekali waktu kami di sana Mbah Marijan tidak bersedia di foto dengan alasan yang tidak bisa disebutkan. Selepas dari sini, kami masih berkeliling di sekitar Kaliadem, diantaranya melihat gedung pertemuan yang terlihat cukup mewah yang ada di salah satu sisi Kaliadem. Gedung ini hampir saja runtuh karena wedhus gembel Merapi pada bulan Juni 2006 kemarin, beruntung lahar Merapi hanya mengenai pagarnya.

Secara keseluruhan Lava Tour kaliadem yang terletak Dusun Kaliadem, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman-Yogyakarta ini cukup menarik untuk dinikmati. Karena selain kita bisa menikmati pemandangan Puncak Garuda ( salah satu Puncak Merapi yang tertinggi ), melihat Kali gendol yang dalam sekali sebagai aliran lahar Merapi juga bisa ketemu dengan Mbah Marijan yang menjadi ikon Merapi.

Apalagi akses untuk menuju ke tempat ini yang relatif mudah, karena mobil bisa parkir di pinggir lokasi wisata. Jalanan yang kita lalui dari jalan raya Kaliuarng-Yogyakarta juga relatif mulus. Namun kurang lebih 5 kilometer menjelang lokasi wisata, jalanan menyempit, turun naik, sehingga kita harus waspada. Ibaratnya kalau kita mau “napak tilas’ wedhus gembel Merapi dapat kita saksikan di kaliadem. ( By AMGD )

navigasi.net 2003 - 2017