|
Buyung Akram,
(GMT+7) 13:56:30 Selasa, 07 September 2004)
| |
DGPS = Differential GPS
Digunakan untuk meningkatkan akurasi GPS berdasarkan suatu GPS lain sebagai tambahan. Biasanya yang digunakan adalah satu stasiun bumi yang sudah diketahui secara pasti kordinatnya. Nah dari stasiun bumi ini, dilakukan kalkulasi ulang terhadap kesalahan informasi yang dikirimkan oleh satelit pada suatu waktu tertentu untuk kemudian dipancarkan balik nilai koreksinya kepada semua GPS yang memiliki kemampuan untuk menerima signal koreksi ini (DGPS). Tentunya semakin jauh GPS penerima dari stasiun bumi tersebut maka nilai koreksinya bisa tidak sesuai lagi. Dengan adanya DGPS akurasi GPS bisa mencapai 1 meter.
|
|
andrew,
(GMT0) 05:13:16 Jumat, 10 September 2004)
| |
apakah GPS sperti garmin bisa menggunakan fasilitas DGPS tersebut untuk meningkatkan ketelitiannya,caranya bagaimana? TQ Mr. Silhouette
|
|
Buyung Akram,
(GMT+7) 13:20:23 Jumat, 10 September 2004)
| |
Bisa,.. tapi di Indonesia tidak ada stasiun bumi yang memancarkan sinyal DGPS secara terus menerus. Bakosurtanal di Cibinong punya namun hnya terkadang saja dinyalakan.
|
|
Pekik,
(GMT+7) 10:24:19 Minggu, 12 September 2004)
| |
Saya pernah coba aktivasi DGPS waktu di US, pada signal satelite panel ada huruf 'D'-nya, dan waktu untuk lock on lebih lama, akurasi bisa 1 meter. Bisa mbedain kita lagi jalan di samping highway, di highway jalur lambat, tengah, atau cepat, atau di jalur sebaliknya. sangat membantu saat lewat tengah kota yang banyak gedung tinggi dan jalan2 kecil... kapan ya Indonesia punya ginian??
|
|
andrew,
(GMT-7) 00:43:24 Rabu, 15 September 2004)
| |
wah kapan ya ada di Indonesia ....? ada alternatif lain? 
|
|
Buyung Akram,
(GMT+7) 15:39:50 Rabu, 15 September 2004)
| |
Alternatif lain ? Wah susah kalau udah menyangkut instalasi yang makan biaya besar, siapa yang mau dana-in untuk non-profit facility Lagian DGPS mesti dibangun banyak-banyak karena semakin jauh lokasi GPS device dengan stasiun pemancar, errornya juga semakin bertambah besar 
|
|
sagara,
(GMT+7) 12:02:08 Selasa, 11 Januari 2005)
| |
Bisa saya tambahkan, dari sinyal satelit GPS yang dipancarkan kita dapat membedakan menjadi 2 jenis metode Differential-GPS, yaitu :
1. Code sinyal, dengan metode ini akurasi max bisa mencapai sub-meter 0.5 - 1 m (tergantung jarak ke dua GPS). Sebagai contoh metode ini digunakan di pelabuhan international(sebagai contoh di Singapura) dengan cara memasang "marine beacon transmiter" yang memancarkan secara continue di dalam radius 200 - 300 km sinyal koreksi DGPS dalam format yang telah disepakati dan dikenal (RTCM format). Sebagai contoh product garmin pernah mengeluarkan "marine beacon receiver" alat ini bisa diattach ke product GPS lain untuk menerima sinyal koreksi DGPS yang dipancarkan pihak lain. Saya pernah dengar dari pengguna GPS dari Australia, disana sudah banyak sinyal DGPS di pancarkan lewat gelombang FM di kota-kota. Metode ini saya kira sangat cocok untuk aplikasi GIS dan pembuatan peta tingkat semi detail.
Dengan metode code DGPS ini jarak "base" (GPS yang berdiri di atas "known point" dan dilengkapi pemancar sinyal koreksi) dan "rover" (GPS yang dilengkapi dengan penerima sinyal koreksi)bisa mencapai 500 km.
2. Phase Differential.
Akurasi posisi dengan metode ini bisa mencapai fraksi cm. Hal ini dimungkinkan karena koreksi yang dihasilkan didapat dari perhitungan jumlah gelombang yang dipancarkan satelit GPS ke satelit pengguna. Aplikasi metode ini untuk pemetaan engineering atau penentuan posisi sangat teliti.
Wassalam
|
|
Abdullah,
(GMT+7) 15:14:07 Selasa, 22 Maret 2005)
| |
Saya hanya menambahkan saja.
DGPS (Real-Time Differential) ada 2 DGPS:
1. L1 Carrier Phase Post-Processing: Akurasi bisa 2 cm
2. L1 C/A code post-processing: Akurasi bisa 1 meter.
Jika kita menggunakan DGPS harus mempunyai 2 unit GPS; 1 unit sebagai ROVER (unit yang digunakan untuk mengambil data dilapangan). 1 unit lagi disebut BASE STATION UNIT (unit yang digunakan untuk memantau signal satelite GPS Rover. Setelah GPS rover mengambil data dan Base Station juga selesai mengambil data maka data antara rover dan base Station diolah oleh software GPS. Metode ini dinamakan DIFFERENTIAL. Differential dapat dilakukan dengan cara Carrier Phase or C/A code differential. GPS yang dapat melakukan hal ini hanyalah GPS survey bukan GPS Navigasi untuk detailnya GPS nya dapat dilihat diwebsite kami: www.gpsforestry.solusikreatif.net.
|
|
Buyung Akram,
(GMT+7) 16:09:07 Selasa, 22 Maret 2005)
| |
Nggak bos,..
Beberapa GPS navigasi sudah dilengkapi kemampuan ini. Hanya saja di Indonesia ngak ada stasiun pemancar DGPSnya yang on 24 jam. Kalau di Amerika utara udah tersedia bos, sehingga GPS navigasi punya keakurasian < 3 meter dan mostly Garmin unit udah ada dalam bentuk build-in. Sebagai contoh GPS V yang merupakan product lama aja udah support DGPS yang dikenal dengan teknologi WAAS,.. lihat aja detail specnya di http://www.garmin.com/products/gps5/spec.html.
|