Login

 

 
 

Forum Kritik&Saran Peta navigasi.net: Wilayah DKI Raya v1.82 :)

 
 
 
TopikWilayah DKI Raya v1.82 :)
Konfirmasi oleh Buyung Akram 
Penulis  Buyung Akram

(GMT) 22:11:16 Jumat, 24 Desember 2010 

Tanggapan : 60

Dilihat: 6076

Kategori : Kritik&Saran Peta navigasi.net 


Posting disini ya K&S wilayah DKI Raya

Target edisi Februari 2011: Semua jalan layang wilayah DKIsudah memiliki fitur "Elevated Road"

 

 Halaman :  1 2 3 4  

 
Tanggapan

Wiyadi, (GMT) 22:59:19 Senin, 07 Februari 2011)

Konfirmasi oleh Buyung Akram 

Reposisi
Mie Penang S6.12136 E106.78305 yang benar berada di S6.12327 E106.78291

New PoI
1. Bank Mandiri S6.12596 E106.78963
2. Reflexology (pijat reflexi) Nano S6.12592 E106.78994

Lumbantoruan, (GMT) 17:50:37 Selasa, 08 Februari 2011)

Konfirmasi oleh Buyung Akram 

Polyline ini tidak ada:
S6.30241 E106.85903 - S6.30231 E106.85892
Polyline ini ada:
S6.31559 E106.86340 - S6.31556 E106.86348
Polyline ini satu arah:
S6.31143 E106.86207 ke S6.31149 E106.86210

Lumbantoruan, (GMT) 18:01:12 Selasa, 08 Februari 2011)


Bung BA, hanya mau tanya saja untuk Jl Raya Bogor ruas:
S6.28701 E106.87072 - S6.26366 E106.86561 dan arah sebaliknya,

Ruas ini selalu macet dan pagi siang sore bahkan subuh. Pagi hari jarak 2.8 km bisa ditempuh 60 menit .
Menurut saya ruas ini tidak direkomendasikan untuk penjelajah baru, pasti akan terjebak.
Nah, persoalannya road type disini adalah express karena Jalan Propinsi, setiap GPS soft hampir akan selalu menyarankan dari sini. Sehingga hampir pasti terjebak macet.

Berandai-andai, mungkin ga type jalan ini diturunkan jadi Residential saja, atau kec max 5 km/jam?

tusa, (GMT) 19:00:49 Selasa, 08 Februari 2011)

Konfirmasi oleh Buyung Akram 

hapus polyline :
S6 08.104 E106 53.206 - S6 08.112 E106 53.206
S6 08.118 E106 53.267 - S6 08.126 E106 53.265


Astraworld Head Office : S6 08.266 E106 53.162

Lumbantoruan, (GMT) 22:48:43 Rabu, 09 Februari 2011)

Konfirmasi oleh Buyung Akram 

Polyline satu arah:
S6.24330 E106.80295 ke S6.24279 E106.80340
Ruas ini ada pemisah jalan:
S6.24528 E106.80438 - S6.24319 E106.80623

Lumbantoruan, (GMT) 13:18:36 Kamis, 10 Februari 2011)


Wah, para mapdev lagi lembur kejar tayang 17 Feb, saya semangati dengan doa ya

Bung BA, mau tanya: tentang jalan propinsi di DKI yg sdh ada paralel tol, khan tidak relevan lagi jadi type jalan cepat. Apakah tidak mungkin diturunkan? Sehingga sesuai dengan type yang selalu macet.
Misal: Jl Raya Bogor, Jl Raya Bekasi, Jl Daan Mogot.

Buyung Akram, (GMT) 14:19:49 Kamis, 10 Februari 2011)


@Lumbantoruan: Type jalan tidak ada hubungannya dengan waktu temput. Tipe jalan hanya untuk keperluan visual di GPS saja untuk membedakan mana yang jalan utama mana yang tidak.

Adapun mengenai jalan yang cenderung macet, juga ga bisa asal diturunkan tingkat kecepatannya, terlebih kalau itu adalah jalan utama. Solusi yg tepat seharusnya digabungkan dengan fitur TMC yg bisa memberi informasi kondisi jalan secara realtime. Kalau maen paksa turunkan Speed Limit, itu akan menimbulkan kesan aneh waktu dilihat, terlebih bagi orang yang tidak tahu kondisi jalan tersebut seperti apa. Kasus ekstrim adalah jalan tol, dibeberapa ruas sudah boleh dibilang sering macet parah, tapi kita ga boleh seenaknya menurunkan waktu tempuhnya, karena itu bersifat permanen di peta, sedangkan kemacetan tidak ada yang permanen selama 24 jam * 7 hari.

Speed Limit, digunakan untuk menginformasikan kecepatan optimal dijalan tersebut tanpa memperdulikan kemungkinan macet. Untuk mengtasi infomasi macet ya, baiknya pakai TMC

Lumbantoruan, (GMT) 15:59:14 Kamis, 10 Februari 2011)


@BA: Terimakasih penjelasannya.

Kalau speed limit hanya informasi, Bagaimana gps menentukan fastest routing?
Bukankah gps menghitung estimasi waktu tempuh (jarak/speed limit)?

Buyung Akram, (GMT) 16:09:07 Kamis, 10 Februari 2011)


Ya dari kalkulasi informasi speed limit. Kan tiap jalan beda-beda speed limitnya. Sayangnya tidak ada sumber informasi yang bisa dijadikan pedoman penentuan Speed Limit di Indonesia.

Satu hal yang perlu dingat Speed Limit ini ditentukan tidak bergantung pada macet/tidaknya jalan tersebut, namun lebih kearah batas kecepatan yang memperhitungkan kondisi jalan (lebar jalan, lekuk/tikungan jalan, dsb)

adityabp, (GMT) 16:13:43 Kamis, 10 Februari 2011)


IMHO, lagipula estimasi waktu tempuh di Jakarta saya rasa gak terlalu penting, krn macet dimana-mana. Mending lihat sisa jarak yg mesti ditempuh.

Lumbantoruan, (GMT) 16:36:17 Kamis, 10 Februari 2011)


@BA: berarti pada saat routing dengan fastest routing gps akan menganjurkan jarak tempuh paling sedikit (karena speed limit tinggi, padahal macet).
Sementara dengan shortest akan menganjurkan jalan kecil yg juga.
Akhirnya gps tidak bisa membantu untuk routing yang akurat, khususnya anak baru di blok tsb.
Karena speed limit bisa diset dipeta dan dibuat beda-beda, apakah tidak mungkin memanfaatkan properti speed limit untuk memperbaiki akurasi routing?

@adityabp: yang pentingnya untuk routing gps sendiri, sesuai penjelasan Bung BA, gps itu akan akurat kalkulasi routing fastest dengan informasi speed limit.

dedy, (GMT) 17:21:46 Kamis, 10 Februari 2011)


ikut an diskusi masalah jalan macet. memang dilema untuk jalan utama tapi sering macet. mungkin saran saya jalan alternatif yg kira2 gak ekstrim jauhnya bisa dinaikkan speed limitnya dan kelasnya. sedangkan jalan utama yg suka macet itu diturunkan speed limitnya. sehingga gps akan pilih jalan yg relatif tidak macet. kalau jalan toll macet ya tinggal centang avoid toll road aja

Lumbantoruan, (GMT) 20:04:12 Kamis, 10 Februari 2011)


@dedy: pemikiran begitu yang ingin saya tanyakan.
Kan gps kita pakai salah satunya untuk membantu routing lebih akurat lagi, sehingga kehilangan waktu dan bbm minimal, mengurangi CO2
Katanya ada fitur TMC, tapi apakah di Ina sudah ada penyedia yg bisa integrasi dgn gps?

Buyung Akram, (GMT) 22:15:40 Kamis, 10 Februari 2011)



Gini ya bos,.. tidak semua kondisi bisa di solve dengan metode bos dedi tersebut. Kita coba bahas kasus daerah yang anda bilang macet tersebut.
Yang pasti ga mungkin adalah merubah Tipe Jalan, mau amcet seperti apa, namanya jalan propinsi adalah tetap jalan propinsi. Jaid yg bisa dirubah adalah Speed Limit dan RoteClass. Anggaplah saya turuti permintaan anda, nah kemudian pengguna mesti ambil jalur arternatif lewat mana ? Kita nggak bisa cuma menurunkan speed limit aja melainkan juga routeclassnya, agar pada routing pada jarak tertentu juga tidak dilewatkan jalan tersebut. Jalan alternatif itu juga nantinya mesti dinaikkan speed limit dan routeclassnya. Sebaiknya jalan alternatifnya jangan berupa jalan melewati perumahan terlebih berkelok-kelok, itu jutru bakal menimbulkan asumsi bagi pengguna yg ga tau sikon akan bilang "peta ngawur, masak jalan tinggal lurus doang dilewatkan jalan kampung". Belum lagi tidak semua pengendara merasa nyaman melewati jalan yang berukuran kecil.

Menurut saya sih, pengguna awam akan lebih bisa menerima, "Yah jalan-nya macet mau gimana lagi" daripada dia melihat "Lho ini kok disuruh belok kesana kemari, bukannya tinggal lurus aja ? Petanya ngaco nih". Kecuali jika jalan alternatifnya merupakan jalan semacam outer ring yang memiliki badan jalan lebar, orang akan mengira suggestion route yang timbul adalah kesalahan peta, alias susah bedakan antara routingnya yang ngaco atau memang seharusnya dilewatkan jalan tersebut.

Percaya deh, begitu saya rubah, ntar akan ada yang komen "Itu routingnya didaerah XXX kok aneh ya ?", ntar begitu saya jelaskan "Ooo itu karena jalannya macet sehingga diambil jalan alternatif". Berikutnya begitu ada routing daerah lain yang aneh lagi dia akan mikir, mungkin yang bener routing yg disuggest GPS, padahal sebenarnya peta GPSnya yang ngaco karena semisal, node-nya ga nyambung Susah kan beda-innya ?

Hal lain bagi sebagian orang awam yang belum pernah lewat suatu daerah tertentu, akan cenderung merasa lebih aman melewati jalan utama meski macet daripada muter-muter masuk perumahan. Terlebih rute tersebut bukan rute jalan tanpa pilihan jalan alternatif/tikus, biarkan pengendara yang menetukan akan memilih jalan mana, tetap terjebak macet atau masuk jalan perumahan disana-sini.

Kalau ada jalan semacam outer ring masalah ini lebih mudah diatasi dikarenakan kemungkinan kendaraan yang akan melewatinya terkena "another" macet bisa dikurangi. Kalau jalan biasa, nanti begitu dilewati beberapa mobila ja, udah terbentuk kemacetan baru lagi. Hasilnya "sama aja, mau lewat mana aja juga bakal kena macet"

Adi DJ, (GMT) 22:17:27 Kamis, 10 Februari 2011)


sudah saat nya peta navnet di-kawin-kan dengan TMC .. pasti hebat

Isra, (GMT) 03:04:13 Jumat, 11 Februari 2011)


Saya setuju dengan pendapat boss BA,
pertama, kita harus beranggapan bahwa pengguna adalah awam dan pengguna yang awam pada suatu daerah akan lebih nyaman dijalan utama ketimbang muter2 kampung.. ngeri oeii...
kedua, nanti hampir semua jalan di jakarta ga ada lagi jalan utama/propinsi gara2 macet dimana-mana

dedy, (GMT) 14:12:27 Jumat, 11 Februari 2011)


wah kalau yg saya maksud sih gak sampai se ekstrim itu. dalam arti harus muter2 masuk jalan kecil. contoh di surabaya nih. kalau dari manyar ke bandara jaman dulu walau pilih fastest route pasti dilewatkan rungkut. nah padahal rungkut ini terkenal macet pagi siang sore. alternatifnya bisa lewat jalan prapen margorejo ahmad yani. yang sedikit jauh. tapi relatif lancar.

kecuali memang gak ada jalan besar lain ya udah mau diapakan. contoh lain adalah jalan a yani. jalan ini sekarang macet. maka yang dari luar kota mau ke ngagel/manyar akan disarankan masuk ke jalan margorejo dan jl ini termasuk jalan besar tapi secara formal kelasnya dibawah jalan a yani. kalau ikut kaidah normal pasti disarankan menyusuri jalan a yani yg macet ini.

Crazy_doctor, (GMT) 23:31:53 Senin, 14 Februari 2011)


sudah lama nggak lewat rungkut, terakhir lewat cuman ada 1 pabrik, dan suepiiiii. jd kangen.

Adi DJ, (GMT) 16:44:17 Jumat, 18 Februari 2011)


tambahan kritik dan saran wilayah DKI
-6.178290 106.777878
-6.178020 106.777946
-6.178020 106.778091
-6.177880 106.778160
-6.177690 106.778160
polyline dengan urutan nodes di atas tidak ada di lapangan.

diganti dengan polyline type private driveway (label= WIHARA EKAYANA) dengan nodes
sbb:
-6.178300 106.777802
-6.178290 106.777748
-6.178000 106.777802
-6.178000 106.777962
-6.177730 106.777962

POI EKAYANA digeser ke -6.178010 106.777733

trims pak buyung.

Adi DJ, (GMT) 16:45:04 Jumat, 18 Februari 2011)


oh ya, polygon area EKAYANA adalah sbb:
-6.178270 106.777451
-6.177990 106.777458
-6.177990 106.777931
-6.177680 106.777931
-6.177680 106.778137
-6.177970 106.778137
-6.177980 106.778061
-6.178250 106.778061
-6.178250 106.777786
-6.178310 106.777771


Anda diharuskan login terlebih dahulu sebelum memberi tanggapan.
navigasi.net 2003 - 2026