 | |  | |  | | |
| | | [navigasi.net] Gunung/Kawah - Domas Lubang-lubang kecil berwarna kekuningan tepat keluarnya asap belerang dari dalam gunung/kawah | |  | |  | Meskipun jaraknya hanya sekitar 1,2km dari Kawah Ratu - Tangkuban
Perahu, objek wisata Kawah Domas nampaknya tidak begitu
ramai dikunjungi wisatawan. Mungkin papan penunjuk objek wisata
ini kurang besar sehingga luput dari pengamatan pengunjung, atau
dikarenakan pengunjung diharuskan berjalan kaki terlebih dahulu
melewati pepohonan hutan yang rindang dengan jalan yang curam
menurun sehingga sebagian pengunjung lebih memilih untuk
mengabaikannya.
Jarak 1,2 km tentunya bukanlah jarak yang cukup jauh. Namun
curamnya jalan menjadikan sebagian orang tentu berpikir ulang
saat akan kembali dengan jalur yang mendaki dan bisa dipastikan
bakal menguras tenaga dan nafas. Padahal pengunjung tidak perlu
kuatir kecapekan atau kehabisan nafas karena terdapat jalan lain
yang lebih rata untuk kembali ke jalan aspal(umum) dengan
angkutan umum yang siap mengantar pengunjung kembali ke Kawah
Ratu. Atau dengan kendaraan pribadi, pengunjung bisa pula
langsung menuju ke pintu masuk kawasan wisata ini yang terletak
di bagian bawah dari objek wisata kawa ratu. Panduan arah-nya
adalah saat perjalanan pulang pengunjung mengambil belokan kiri
saat berada di persimpangan dekat areal parkir luas.
 | |  | |  | | |
| | | [navigasi.net] Gunung/Kawah - Domas Salah seorang pengunjung sedang mencoba merebus air kedalam air kawah yang bergolak sambil menutupi hidungnya, menghindari bau belerang yang cukup menyengat | |  | |  |
Meskipun bernama kawah, namun pemandangan yang ada tidaklah
menyerupai kawah seperti hal-nya Kawah Ratu maupun Kawah Upas.
Secara umum, pemandangan yang ada di lokasi ini berupa longsoran
tebing-yang berwarna putih. Di beberapa bagian tebing terlihat
berwarna kuning, tepatnya pada rongga-rongga yang mengeluarkan
asap belerang. Bau belerang cukup kuat dilokasi ini namun tidak
terlalu menggangu penciuman. Teriknya matahari saat siang,
nampaknya kunjungan sore atau pagi hari lebih disarankan untuk
bisa menimati objek wisata ini.
Memang objek wisata ini tidaklah se-"panoramik" Kawah Ratu
yang memiliki pemandangan yang sangat mengesankan, namun
setidaknya di Kawah Domas pengunjung bisa menemui sebuah sumber
mata air panas yang tak henti-hentinya menggelegak/bergolak,
siang-malam. Sebuah kubangan air kecil juga bisa dijumpai disini,
tempat dimana pengunjung bisa merendamkan kaki menikmati
hangatnya air berkapur yang dipercaya bisa menghilangkan berbagai
penyakit kulit.
 | |  | |  | | |
| | | [navigasi.net] Gunung/Kawah - Domas Pemadangan yang ada di lokasi Kawah Domas. dengan tebing putih mendominasi areal ini | |  | |  |
Tak hanya merendam kaki, pengunjung juga ditawari telur untuk
direbus secara langsung pada air yang bergolak itu. Tidak
membutuhkan waktu yang lama untuk menunggu hingga telur matang
karena waktu yang diperlukan tentulah sama dengan saat kita
merebus telur didalam air yang sudah mendidih, hanya saja
perbedaan terletak pada cara memasaknya. Cara masak telur cukup
unik, telur yang ada terlebih dahulu dibungkus dengan kantung
plastik untuk kemudian diikat dengan tali baru kemudian
diletakkan ke dalam air yang bergolak dengan bantuan sebatang
tongkat kayu. Entah bagaimana rasa telur yang direbus pada air
kawah yang mendidih itu, tapi selama plastiknya tidak bocor,
mestinya tidak akan ada bedanya dengan telur yang biasa kita
masak dirumah. Sayang sekali waktu itu entah kenapa tidak ada
niatan saya untuk mencobanya 
|