Login

 

 
 

Forum Bincang Bebas: JALUR TERBANG LION MKS-PALU

 
 
 
TopikJALUR TERBANG LION MKS-PALU
Penulis  karkata

(GMT) 06:32:36 Senin, 26 Desember 2011 

Tanggapan : 7

Dilihat: 1146

Kategori : Bincang Bebas 


apa memang gini jalur terbang lion jt780 tgl 24/12/2011 dari bandara sultan hasanuddin ke bandara merpati. "singkat tapi ngeri terbang diatas pegunungan, jadi ingat peristiwa Gunung Tinombala".
track diambil dengan GARMIN MONTANA 650



8.032

fly mks-palu.zip (7x)
tracklog lionair



track lionair

 

 Halaman : 1  

 
Tanggapan

muh ario, (GMT) 10:51:43 Senin, 26 Desember 2011)

 

setiap penerbangan pasti ada jalur terbang nya (airway), dan mgkn saja airways yg ada mmg demikian adanya (MKS-PLW)

penerbang (PIC) boleh request kepada ATC (air traffic control) untuk jalur direct jika memungkinkan dan tentunya diizinkan oleh ATC

Boedi, (GMT) 12:55:47 Senin, 26 Desember 2011)

 

navnet juga ada map jalur penerbangan seluruh indonesia. saat ini digunakaan beberapa mapdeveloper yg hobby terbang. diantaranya om LatLon

LatLon, (GMT) 13:40:08 Senin, 26 Desember 2011)

 

Normal koq. Memang pada peta Airway yang saya punya tidak ada jalur khusus antara UPG-PLW (IFR). Bisa dilihat dari Gambar 1. di mana saya pernah mengalami terbang dari UPG-PLW vv yang pathnya sama persis dengan Oom Karkata punya.

Meskipun terbang di atas pegunungan, perlu diingat bahwa pesawat yang Oom Karkata tumpangi adalah pesawat dengan kabin yang sudah bertekanan sehingga bisa terbang lebih tinggi dari 3.000 meter di atas permukaan laut yang artinya jauh lebih tinggi dari ketinggian gunung tertinggi di daerah Toraja yang dilewati. Silahkan diamati path profile pada Gambar 2.

Track log yang diupload menggunakan Garmin Montana kasusnya sama persis dengan 76CSx yang pernah saya miliki dimana altitudenya tidak akan melebihi atau sekitar 3.000m ASL. Apa sebab? Karena GPS mengandalkan sensor Barometric yang terpasang di dalamnya sehingga yang tercatat dalam log filenya adalah tekanan di dalam kabin pesawat yang Oom Karkata tumpangi. Coba gunakan GPS yang mengukur altitude berdasarkan Satelit bukan sensor Barometric.

Kasus Twin Otter yang crash di Tinombala beberapa tahun lalu karena akan mendarat di Toli-toli namun akibat jarak pandang yang tertutup awan, akibatnya pesawat menabrak gunung tsb. Namun saat ini jika mendarat di Toli-toli, arah pendaratan telah diarahkan melalui pantai sehingga kemungkinan menabrak Gunung sudah diminimalisir.

Semoga menjelaskan.



Gambar 1.


Gambar 2.

Isra, (GMT) 15:14:41 Senin, 26 Desember 2011)

 

Nambahin aja om, sepertinya ada jalur baru neh



44.175

airway.zip (5x)


LatLon, (GMT) 16:30:06 Senin, 26 Desember 2011)

 

Oom Isra, kenapa tuh CGK-TTE muter sebentar di atas laut Jawa?

Isra, (GMT) 16:43:48 Senin, 26 Desember 2011)

 

Saya juga bingung om apalagi masih gelap gulita mungkin trafic om :P

karkata, (GMT) 18:13:54 Selasa, 27 Desember 2011)

 

makasih om Latlon, pencerahannyya.


Anda diharuskan login terlebih dahulu sebelum memberi tanggapan.
navigasi.net 2003 - 2026