|
| |
|
| |
Forum Bincang Bebas: Akurasi GPS garmin 60csx |
| |
|
|
| |
|
| Topik | : Akurasi GPS garmin 60csx |
| Penulis |
: aan DPP |
(GMT) 10:28:36 Jumat, 01 Juni 2012
|
| Tanggapan |
: 7 |
Dilihat: 2564
|
Kategori : Bincang Bebas
|
|
siang om,maaf nanya terus,
gini om,saya kan melakukan survey lahan ber topografi,di ketinggian 800-900 dlp,dengan akurasi Gps 2-3m kadang2 4m (gak pernah diatas 5m)
pertanyaan nya seberapa akurat data nya,walaupun lebih akuratan dengan TS. trus ketika saya plot di google earth ketinggian data hasil GPS (3x buat waypoint di posisi yang kuarng lebih sama,dengan hasil yang kurang lebih sama),berbeda sangat jauh. misal nya hasil 3x mark waypoint 949m elev nya,tapi di GE cuma 920m.
mana data yang agak akurat? GPS atau GE?
timakasih sebelum nya...
|
|
|
|
| |
|
Cak Arief,
(GMT) 11:22:45 Jumat, 01 Juni 2012)
| |
lahannya mau dipakai apa om ?
|
|
octavandy,
(GMT) 17:53:42 Jumat, 01 Juni 2012)
| |
Dua2nya ga ada yang akurat, tingkat kesalahannya masih sangat tinggi, saya coba berbagai macam GPS, semuanya kalau mengukur ketinggian ga ada yang dapat dipercaya.
Kalau mau tetap pakai GPS, ya harus mengukur berkali kali, terus diambil rata-ratanya.
Kalau lebih akurat mana GPS atau GE, saya lebih percaya GPS.
|
|
aan DPP,
(GMT) 19:48:42 Jumat, 01 Juni 2012)
| |
@om arif, buat relokasi peternakan om...
@om octa, iya sih om.saya juga berfikir begitu.tapi apa mau dikata,otak cuma mampu mengendalikan GPS,lagian belum ijab qabul lahan nya,pake theodolit terlalu mencolok
|
|
LatLon,
(GMT) 07:48:39 Sabtu, 02 Juni 2012)
| |
Seri 60 atau 76 dengan akhiran S yang berarti Sensor memiliki built in barometric sensor sehingga memiliki sub menu Compass & Altimeter. Dalam prakteknya, penggunaan altimeter jenis ini bekerja terhadap tekanan udara sekitarnya. Nah, setiap memulai pengukuran dianjurkan untuk dikalibrasi terlebih dahulu. Ada kan prosedur kalibrasinya? Masalahnya, karena berprinsip pada kerapatan udara, faktor temperatur ikut menentukan akurasi pengukuran. Belum lagi masalah angin yg berhembus ditempat kita mengukur yang artinya kerapatan udara yg berubah ikut juga menyumbang error.
Saya pernah melakukan pengukuran altitude saat terbang dgn pesawat jet dengan menggunakan 76CSx. Meskipun pesawatnya terbang diatas 12km diatas permukaan laut, namun pada track log terbaca tidak lebih dari 3km ASL yg artinya altitude terukur adalah tekanan kabin pesawat.
Memang sulit untuk mendapatkan hasil pengukuran altitude yang akurat pada titik tertentu. Namun untuk mengukur perbedaan ketinggian antara 2 lokasi yang berbeda dalam waktu yg singkat (jaraknya tidak begitu jauh), gadget ini boleh diandallan koq. 
|
|
aan DPP,
(GMT) 13:16:00 Sabtu, 02 Juni 2012)
| |
@om latlon,,maksih om pencerahan nya,mau tanya juga.kalo kalibrasi itukan kita mesti tau ketinggian daerah itu,untuk altitude nya,dan tekanan udara di daerah itu untuk barometer nya.
kalo pake kalibrasi otomatis seberapa "akurat" sih om?
|
|
LatLon,
(GMT) 15:03:19 Sabtu, 02 Juni 2012)
| |
Balik kepada prinsip "Instrumentasi" yang diajarkan waktu duduk di bangku SMP dulu : "Mengukur adalah membandingkan ukuran dengan satuan". Kata membandingkan berarti ada 2 hal yang dibandingkan. Maka jika membandingkan tanpa ada satuan yang pasti, maka yang terjadi adalah pengukuran "relatif". Itu sebabnya kita hanya bisa mengukur ketinggian relatif. Jadi jika kita mengukur satu titik dengan kalibrasi otomatis (misalnya ditunjukan ketinggian A meter) maka pengukuran tinggi pada lokasi lain dengan jarak dan beda waktu yang tipis (sebut saja pembacaan oleh GPS adalah B meter), maka selisih altitude antara titik B dan titik A adalah pengukuran relatif beda ketinggiannya. Jadi bukan ketinggian yang diukur berdasarkan altitude ASL (Above Sea Level). Juga perlu diingat bahwa ketinggian air laut juga berubah karena adanya pasang-surut yang kadang bisa mencapai 2 meter selisihnya. Maka jika melakukan kalibrasi di pantai dengan asumsi inilah titik 0 (nol) meter yang akan digunakan, masih ada kekeliruan hingga 2 meter, kan?
Nah ada tempat-tempat yang telah ditulis posisi altitudenya dengan pasti sehingga bisa menjadi acuan saat kalibrasi altimeter seperti pada stasiun kereta api. Contohnya pada titik S6.40836 E107.54066 yang bisa diamati pada MapSource dengan peta Navnet. Di sini tertulis Stasiun Tanjungrasa +35 M. +35 M di sini maksudnya bahwa ketinggian tanah di sini adalah 35 meter di atas permukaan laut di mana yang saya tahu titik nolnya ada di Tanjung Priok pada ketinggian pasang-surut rata-rata.
Cara lainnya adalah menggunakan peta rupa bumi dari Bakosurtanal dimana mereka ada meletakkan titik-titik tinggi, sehingga kita cukup mendatangi lokasi ini lalu mengkalibrasi altimeter kita.
semoga menjelaskan. 
|
|
harseven,
(GMT) 12:34:21 Kamis, 07 Juni 2012)
| |
Dulu bapak saya punya buku Atlas dari TNI AD yang lengkap dan ditandai di mana di suatu kota ditaruh patok ketinggian (benchmark) dan titik nol km tiap kota, peta kontur segala ada, sayang sekarang hilang gara² ada yg minjem kaga mau ngembalikan 
Mungkin di sini ada yang dari TNI bisa dapatkan lagi Atlas semacam itu.
Klo waktu di Bandung, saya biasa minta ke Museum Geologi di Jl Diponegoro.
|
Anda diharuskan login terlebih dahulu sebelum memberi tanggapan. |
|