Login

 

 
 

Forum Bincang Bebas: Usul Agar Peta Online Navnet bisa di edit LIve

 
 
 
TopikUsul Agar Peta Online Navnet bisa di edit LIve
Penulis  usergps

(GMT) 09:33:18 Rabu, 10 Oktober 2012 

Tanggapan : 15

Dilihat: 1682

Kategori : Bincang Bebas 


Saya usulkan agar peta online Navnet, bisa di edit online seperti Punya Waze....

 

 Halaman : 1  

 
Tanggapan

octavandy, (GMT) 20:24:27 Rabu, 10 Oktober 2012)

 

sangat setujuu...

jakko, (GMT) 20:49:28 Rabu, 10 Oktober 2012)

 

Ide bagus. Tapi bagaimana QC (Quality Control) nya? Terjamin nggak?

muh ario, (GMT) 21:31:02 Rabu, 10 Oktober 2012)

 

setuju setuju aja sih, tapi sepertinya diatas, gimana dgn QC ?? gimana dgn "pembajakan" ?

QC disini maksudnya adalah contoh seperti ter-update nya double POI (baik saling isi,maupun saling hapus) misalnya dikarenakan salahsatu kontributor tidak uptodate last petanya ,dan contoh QC lainnya

pembajakan disini yg saya maksud adalah dimungkinkan di copas nya data jalan/poi secara lsg,sementara kalo menggunakan sistem setoran (walau lebih ribet) tetap akan membuat ribet yang "mbajak" karena harus kerja keras lagi utk "narik garis" walau sudah agak lebih ringan kerjanya,ataupun kerja keras ngetik ulang nama2 POI beserta penentuan kategorinya dll

tentunya semua peta yang telah di edit (online) musti di render ke sebuah bentuk file agar terbaca di device masing2,

setau saya,program utk ngerender hasil akhir peta kaya misalnya peta garmin agar terbaca di device garmin,cukupan sangat mahal sehingga CMIIW yg punya program renderan cuma di kompi nya bos buyung

belum lagi utk jenis peta lain,walau mgkn gratis jika dipinjamkan gratis oleh pembuatnya yaa,tapi program rendering nya mgkn CMIIW sudah di MOU agar tidak lepas atau tersebar di tangan yang tidak berhak/dipercaya,

saya pribadi malah rada gak nyaman di option pertama dan kedua..khusus opsi kedua,walau saya baru sangat sangat sedikit ber kontribusi dan sudah ikhlas jika dipergunakan untuk umum, tentu secara manusiawi masih ada sedikit rasa gak rela (nyesek) jika kontribusi tersebut "disedot dan dirubah" dengan "gampangnya" tanpa usaha yang berarti lalu setelah itu diakui milik/buatan perusahaan/perorangan tertentu utk dikomersilkan

maaf jika tidak berkenan yaaa

usergps, (GMT) 09:15:25 Kamis, 11 Oktober 2012)

 

untuk QC admin wilayah yang melakukan verifikasi

Isra, (GMT) 09:38:48 Kamis, 11 Oktober 2012)

 

Pendapat om Ario sangat perlu dipertimbangkan, mungkin untuk QC masih bisa diperhitungkan tapi, untuk point pembajakan ini yang bikin "nyesek" karna diakui sebagai milik oleh mereka yang mengutip bahkan dikomersilkan :-\

usergps, (GMT) 09:52:13 Kamis, 11 Oktober 2012)

 

mungkin fitur copas (export to file) di disable supaya menghindari pembajakan

muh ario, (GMT) 09:56:41 Kamis, 11 Oktober 2012)

 

usergps : sama aja donk kaya sekarang

saat ini proses peta terbentuk/teredit (to mapdev ,CMIIW):
- peta release di server data - download by user - user buka peta di device/program - user hunting POI - user ngecek hasil hunting dgn peta - ditemukan POI baru/POI double/POI salah - user info ke forum KS wilayah masing2 - diterima bupati masing2 KS (kalo ga ada bupati,lsg di handle gubernur wilayah masing) utk input dan juga QC - setelah berakhir tgl setor,para mapdev/gubernur kirim ke pak buyung (sbg pres navnet sekaligus memiliki software rendering nya - mgkn CMIWW last/final QC) - render - upload ke server - peta release

lah apa bedanya dgn versi online, jika flow nya saya gambarkan dibawah ini

- peta release di server data plus upload ke server yg bs editing online - download by user (jika user tsb memiliki koneksi inet terbatas) - user buka peta di device/program/server - user hunting POI - user ngecek hasil hunting dgn peta - ditemukan POI baru/POI double/POI salah - user update ke online server - diterima bupati masing2 area (kalo ga ada bupati,lsg di handle gubernur wilayah masing) utk di QC - setelah berakhir tgl setor,para mapdev/gubernur kirim atau mengunci area kerjanya dan siap di download pak buyung utk - last QC dan di render - - upload ke server - peta release di server data plus upload ke server yg bs editing online

menurut saya, tidak ada perbedaan, dan hampir tidak ada jalur/flow/birokrasi kalo istilah kerennya, yang dipotong, malah beresiko tuh server online di obrak abrik orang yg ga bener yg berujung bisa aja, last minute hasil update POI yg sudah susah payah dikumpulkan dalam 2 bln hilang semua ga berbekas,
belum masalah bandwith server pada saat editing online yg berarti biaya yg tidak sedikit,
anggaplah tuh server online sudah ada yg "sponsor netral" yg membiayai,lalu apa kabar dengan bandwithnya para QC-er ?
gimana kemampuan kompi para QC-er utk melihat-ngedrag gambar-zoom in zoom out-dll secara online ?apakah hrs high spek ? sedangkan nge-geser-gambar di google map aja musti rada sabar

plus mgkn masalah lain2 misal kaya monopoli dagang misal merek A melihat merek B ada di peta, krn berhubung bs edit online,diam2 si A menghapus semua POI kantor si B,apa yg terjadi selanjutnya,hapus2an dah,bikin POI suatu merek taruh tengah hutan lah,dll =D,para QC-er mgkn g bs berbuat apa2

atau yg paling lucu menurut saya : si kontributor bikin POI yg semestinya bukan POI utk umum alias POI pribadi speperti , POI rumah mantan 1,POI mantan 2, POI camer ,POI t4 pertama menyatakan cinta,POI t4 diputusin , POI t4 galaw,dll

so,ide nya bagus bgt...efek yg ditimbulkan jika ini bisa di implementasikan adalah, waktu utk peta release mgkn bs lebih cepat, bs langsung terlihat mata utk koreksi, bagi para user yg hanya sekedar makai,bisa jadi acuan tambahan kalo ternyata ada POI yg dia cari alias dah update

tapi selama cara yg saat ini masih mumpuni, dijalankan aja terus sampai ketemu lg cara yg lebih smart,aman,dan nyaman

to TS,maaf yaa...panjang komentarnya..mgkn om2 yg lain mau komen pro kontra nya

sekiun

usergps, (GMT) 09:59:05 Kamis, 11 Oktober 2012)

 

menyenangkan bisa mengedit map secara online /live map


usergps, (GMT) 10:03:14 Kamis, 11 Oktober 2012)

 

begini mas perubahan yang bermaksud negatif kan bisa di bendung dengan adanya backup map... trace perubahan oleh seorang user... bisa dilakukan banned jika bermaksud jahat...

Isra, (GMT) 11:41:03 Kamis, 11 Oktober 2012)

 

Idenya bagus om, hanya saja menurut saya kurang efisien.
Kerja keras dan ikhlas para kontributor dan developer harus berhadapan langsung dengan pihak-pihak yang punya kepentingan sendiri2 (pembajak, hacker, spamer dll) yang sengaja mencari kuntungan untuk mereka sendiri.
Belum lagi para QC-er ditingkat bupati hingga gubernur yang belum tentu mempunyai bw gede dan ontime 24jam mantengin aktifitas server dan user di wilayah mereka masing-masing.

Mungkin suatu saat kelak hal itu dapat terlaksana.
Menurut saya Google Map juga menyediakan hal itu (mirip K&S NavNet , namun harus melalui ferivikasi terlebih dahulu sebelum ditayangkan secara online (saya pernah melakukannya) dan beberapa minggu kemudian baru muncul.

Semoga harapan-harapan baik kita untuk lebih memajukan peta Navnet dapat terwujud, tentunya dengan dukungan dan peran serta kita bersama

guhyeah, (GMT) 13:12:47 Kamis, 11 Oktober 2012)

 

Pengalaman dengan OpenStreetMap, jika semua orang diijinkan ngedit dan langsung live, kadang ada ruas jalan yang hilang.

Saya pernah nyasar pakai OsmAnd, padahal peta offline, ternyata (mungkin) peta itu diunduh saat ada ruas jalan yang hilang. Satu ruas saja lenyap navigasi berantakan, orang lugu tak berdosa seperti saya bisa masuk hutan ga jelas gara-gara ada newbie ngapus ruas jalan.

Soal Waze, dia bisa begitu karena dia punya server dan aplikasi khusus. Siapapun boleh ikut coret bikin jalan, tapi jalan-jalan tsb hanya berubah jadi navigable jika sudah diverifikasi oleh sekian puluh user yang benar-benar lewat jalan itu, lewat sambil menggunakan aplikasi waze menyala di hp yang online dengan internet.

Jika navigasi.net sudah bisa bikin aplikasi khusus untuk "memata-matai" pergerakan user lewat smartphone ber GPS, itu waze ga bakalan ada apa-apanya lagi

usergps, (GMT) 13:35:51 Kamis, 11 Oktober 2012)

 

sebenarnya kalau navnet bisa bekerjasama dengan waze itu yang lebih berpotensial


Wishnu E. W., (GMT) 14:20:53 Kamis, 11 Oktober 2012)

 

Kalau kalimatnya sedikit diedit seperti ini kira-kira artinya berubah ngga ya?

"Sebenarnya kalau waze bisa bekerjasama dengan navnet itu yang lebih berpotensial."

7ungjunan, (GMT) 16:46:18 Kamis, 11 Oktober 2012)

 

saya setuju dengan om Wishnu,
sebaiknya waze (dan yang lainnya) yang bekerjasama dengan Navnet

Disan, (GMT) 06:40:59 Senin, 15 Oktober 2012)

 

@ all saya tidak setuju karena waze gak jalan di junedku


Anda diharuskan login terlebih dahulu sebelum memberi tanggapan.
navigasi.net 2003 - 2026