Login

 

 
 

Forum Bincang Bebas: DGPS ref - CORS

 
 
 
TopikDGPS ref - CORS
Penulis  Crazy_doctor

(GMT) 16:44:55 Rabu, 20 Februari 2013 

Tanggapan : 14

Dilihat: 3008

Kategori : Bincang Bebas 


@KreatifAkuisisi:
akses ke data Cors gratis. hanya perlu internet, dan buka acount.
software gratis ada buanyak, termasuk untuk linux dan mac. pada software tersebut ada fasilitas untuk pilih station, jadi kalo kita di indo, tinggal pilih yg terdekat aja.

jd, kelihatannya yg bisa pakai dg cara paling mudah, mungkin gps yg punya akses internet (di hp ato tablet ato carpc) ya?
kalo yg handheld musti pakai link radio ato mungkin bisa pakai reradiating antena yg dimodifikasi?

instruksi account ada di: http://beta.ngs.noaa.gov/CORS-Proxy/NGSRealtimeGNSS/instructions.jsp
download software di: http://igs.bkg.bund.de/ntrip/download
registrasi di: http://beta.ngs.noaa.gov/CORS-Proxy/NGSRealtimeGNSS/register.jsp
kalo mau gabung menjadi salah satu Cors: http://www.ngs.noaa.gov/PUBS_LIB/CORS_guidelines_2.0.pdf

Joining the Continuously Operating Reference Station (CORS) Network

Key Requirements

Receiver/Antenna is at least dual frequency (L1 and L2)
Receiver tracks at least ten satellites above 0 degrees
Receiver provides L1 C/A-code pseudorange or P-code pseudorange
Receiver provides L1 and L2 full wavelength carrier phase
Receiver and Antenna models must use international codes
Antenna and monument must be coupled by an orienting/leveling device
Antenna oriented to TRUE north (Calculate Magnetic Declination)
Antenna has NGS phase center variability model available (http://www.ngs.noaa.gov/ANTCAL)
Equipment metadata including photographs and station log must be provided
Photos (Description) (Sample)
Logs (Blank Log) (Log Instructions) (Log Checker)
Data are freely available for distribution
Data are recorded on a 30-second or shorter interval
Provider has on-site Internet access
Provider maintains all equipment
Provider agrees to adopt positional coordinates sanctioned by NGS



data udah mengalir tuh.

 

 Halaman : 1  

 
Tanggapan

KreatifAkuisisi, (GMT) 17:01:43 Rabu, 20 Februari 2013)

 

Thanks om Dokter, ntar kita baca semua.
Masih diluar terus nih,minimum baterai

KreatifAkuisisi, (GMT) 13:15:01 Kamis, 21 Februari 2013)

 

Banyak bener bacaannya demikian juga settting an,
masih meraba-raba



latency

KreatifAkuisisi, (GMT) 16:23:20 Kamis, 21 Februari 2013)

 

Bisa juga di android, tapi baterai gps keburu habis :-(



Test Mode diperangkat Android

Crazy_doctor, (GMT) 16:23:42 Kamis, 21 Februari 2013)

 

software yang dipakai (BNC) itu dapat berfungsi sebagai server dan client, jadi tidak semua harus dipakai. Nanti, si client/pengguna dan server/stasiun ref dapat pakai software yang sama.
ada file help nya, menjelaskan tentang setting.

ada 1 file lagi, tp blm sy coba, untuk dipakai bersama gps handheld. dg software ini, data yang dikumpulkan hampir sama dengan gps geodetik (katanya), sehingga dapat disimpan dalam format rinex (hy bisa dipakai ketika gps dan komputer nyala). file GPX yang biasa kita ambil dari gps itu ternyata tidak menyimpan semua data, banyak yang dibuang.
jd harusnya, bila benar bisa berfungsi seperti itu, kita bisa pakai gps biasa sebagai ref point ya? tp masa gpsnya ditinggal diatap berbulan2. bisa jamuran tu. hihihi...
ato diakalin pakai reradiating ya? antenanya yg diatap.

KreatifAkuisisi, (GMT) 18:25:50 Kamis, 21 Februari 2013)

 

Beginilah dok, cara belajar kita-kita yang tidak pernah mengenyam ilmu dipendidikan resmi seperti geodesi atau geomatika...hehehe....
Kita lakukan dengan cara trial error hasil dari banyak baca.
Kurang lebih sepertinya tergantung metoda yang mau dijalankan nih, konon hasil post-processing melalui CORS dibandingkan dengan static post-processing konvesional dapat menghasilkan ketilitian yang mirip.
Sedangkan CORS untuk RTK ataupun DGPS sepertinya tergantung dengan jarak dan delay dari provider mobile data,nah klo sekiranya ada CORS dalam radius 250 km masih lumayan mungkin bisa diharapkan dapat ketelitian 1M.
Klo masih diatas 2M atau 3M yah mendingan beli BT GPS Garmin GLO yang menurut kabar teman-teman sudah bisa ketelitian segitu sih sambil lirik om SAC dan LatLon

Crazy_doctor, (GMT) 19:01:53 Kamis, 21 Februari 2013)

 

hahahaha........ iya, setuju.
jarak dari ref station pasti berpengaruh karena permukaan buminya kan tidak datar. delay juga pasti pengaruh karena akan berpengaruh ke keterlambatan perhitungan data satelit.

kalau lihat peta di situs cors, jarak antara masing2 ref station di amrik rata-rata hanya sekitar 50km, atau jauh dibawah 250km. gila, banyak bener ya.
jd, walaupun masih ada pengaruh utk 250km, mungkin tingkat errornya belum tentu bisa diturunkan signifikan.

memang kelihatannya yg post processing lebih mudah dipakai karena server tidak perlu broadcast data dan pengguna tidak perlu online terus menerus. dg post processing, data bisa diolah sehingga berakurasi dibawah 1m.
Cors sudah menyediakan fasilitasnya, tp hy bisa bl kita punya file format rinex, bukan gpx.

nah, masalahnya adalah ketiadaan public ref station di indo (dibandingkan amrik yang padat sekali), sementara wilayah indo sangat luas.
dan kita tidak bisa pakai GPX untuk di olah post processing.

terlampir ada file yang harusnya bisa dipakai. komputer dihubungkan dengan gps handheld biasa, lalu software akan mengumpulkan data dalam format rinex di komputer. nah, kalau bisa begitu, kita bisa buat peta dg akurasi <1m dg cara post processing.
software ditulis dlm PHP, dah coba di linux, ternyata musti melakukan beberapa penyesuaian setting folder ubuntu dll lagi. lg malas ni. silahkan kalo mo nyoba.



487.063

gisgps.zip (5x)
smoga bisa diupload

KreatifAkuisisi, (GMT) 19:28:33 Kamis, 21 Februari 2013)

 

Klo begitu ini buat om dokter tersayang hehehe
http://atarist.home.xs4all.nl/geo/gps_accuracy.htm
dan
http://artico.lma.fi.upm.es/numerico/miembros/antonio/async

KreatifAkuisisi, (GMT) 19:39:51 Kamis, 21 Februari 2013)

 

Huh ada yang kelupaan nih,
sumber ini juga boleh dicoba
http://webapp.csrs.nrcan.gc.ca/index_e/products_e/software_e/gpspace_e.html
biar kaak malas lagi kekeke

Crazy_doctor, (GMT) 16:29:27 Senin, 04 Maret 2013)

 

udah dicoba2. dengan linux, software berhasil konek ke gps. dan sudah mulai mengumpulkan data. tetapi mentok di 195kb, nggak pernah lebih.
kelihatannya program hang. apa karena port usb yg dipaksa menjadi serial ya? apa harus pakai kabel serial ya?

dah nyoba BNC nya, dg tab serial output, tp nggak ada perubahan apa2.



tampilan pd terminal di ubuntu

KreatifAkuisisi, (GMT) 07:07:27 Kamis, 07 Maret 2013)

 

Sementara aku tunda menunggu datangnya 2 bh Ublox LEA 6T.

Bila kompinya sudah kagak tidak disertakan serial port, mungkin bisa coba konverterl kabel serial to usb (Bufo atau Eten).

Crazy_doctor, (GMT) 05:36:46 Sabtu, 23 Maret 2013)

 

sapa tau ada yg mau coba.



194.828

gar2rnx.zip (4x)
software utk ambil data dari garmin (terutama etrex)

TheCors, (GMT) 18:18:22 Senin, 25 Maret 2013)

 

ikut nimbrung mas berdua. apakah sudah pernah membuka ini http://muchmasykur.wordpress.com/2009/01/22/dgps-menggunakan-ntrip-untuk-meningkatkan-ketelitian-gps-navigasi/

Crazy_doctor, (GMT) 15:11:58 Rabu, 10 April 2013)

 

Dapat informasi baru lagi. Untuk post processing, ada beberapa site lagi yang menawarkan service gratis, yaitu di:
- http://www.ngs.noaa.gov/OPUS/about.jsp#about
- http://www.ga.gov.au/earth-monitoring/geodesy/auspos-online-gps-processing-service/faq3.html
- http://www.geod.nrcan.gc.ca/products-produits/ppp_e.php

Ada juga yang menyediakan dgps realtime gratis di:
http://rts.igs.org/
pedoman untuk memakai fasilitas realtime ini dapat dilihat di: http://igscb.jpl.nasa.gov/igscb/resource/pubs/GuidetoUsingIGSProducts.pdf

Msh belum mencoba apakah ada pengaruhnya utk di indo.



Sumber: http://sxbluegps.com/technology/sbas-made-easy/. area yang terkoreksi oleh sbas (WAAS/EGNOS/MSAS/GAGAN/SDCM). Terlihat di wilayah indo tidak ada koreksi.


stasiun2 yang dipakai oleh IGS. terlihat di Indo masih bersih, hanya terlihat 1.

liyak, (GMT) 01:14:35 Senin, 25 November 2013)

 

maaf bapak bapak kalo saya ikut nimbrung
begini pak saya kan baru punya GPS etrex 30.
yg bernotaben untuk dilapangan. yg saya mau tanya kan. pas saya mau mengukur tanah/kebun/hutan kenapa yah yg muncul cuma titik saja? yg saya ingin titik titik itu meyantu dari a ke b. seperti gambar dipeta. mohon bantuan nya ssepuh disini


Anda diharuskan login terlebih dahulu sebelum memberi tanggapan.
navigasi.net 2003 - 2026